Paijo

Rabu, 11 Desember 2013

Pengertian dan Ilmu Tentang Akhlak



BAB 1
PENGERTIAN AKHLAK ETIKA, ETIKA, DAN MORAL

A.     PENGERIAN AKHLAK

Istilah akhlak sudah sangat akrab di tengah kehidupan kita. Akhlak masi perlu untuk di artikan secara bahasa maupun istilah. Kata akhlak berasal dari bahasa arab yaitu jama’ dari kata khuluqun yang secara linguistik di artikan dengan budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat, tata krama, sopan santun, adab, dan tindakan.
Ibn Miskawaih (w.421 H/1030 M), yang di kenal sebagai pakar bidang akhlak terkemuka mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sementara itu menurut Imam Al-Ghazali akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gamblang dan mudah tanpa menggunakan pertimbangan dan pemikiran.
Dengan demikian, secara terminologis pengertian akhlak adalah tindakan yang berhubungan dengan tiga unsur penting, yaitu sebagai berikut:
Ø  Kognitif, yaitu pengetahuan dasar manusia melalui potensi intelektualitasnya.
Ø  Afektif, yaitu pengembangan potensi akal manusia melalui upaya menganalisis berbagai kejadian sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.
Ø  Psikomotrik, yaitu pelaksanaan pemahaman rasional kedalam perbuatan yang kongkret.
Konsef akhlak dalam Al-Qur’an, salah satunya, dapat di ambil dari pemahaman terhadap surat Al- Alaq ayat 1-5, yang secara tekstual menyatakan perbuatan Allah SWT. Dalam menciptakan manusia sekaligus membedakan manusia dari kebodohan. Oleh katrena itu, makna akhlak memiliki karakteristik sebagai berikut:
Ø  Akhlak yang di dasari nilai-nilai pengetahuan ilahiah.
Ø  Akhlak yang bermuara dari nilai-nilai kemanusiaan.
Ø  Akhlak yang berlandasan ilmu pengetahuan.
Gagasab dalam pikiran manusia adalah ide yang yang terdapat dalam alat pikir yang di sebut dengan akal atau otak. Ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang berasal dari pengamatan pancaindra, dari pengalama yang sering di sebut dengan pengetahuan empirik. Ilmu juga dapat berasal dari cara berpikir manusia dengan menggunakan rasio.
Dengan pengertian ilmu-ilmu di atas, sebenarnya apa arti ilmu akhlak? Bahwa akhlak adalah perilaku, tindakan, daya kreasi, perbuatan yang menggambarkan baik dan buruk atau benar dan salah, pahala dan dosa, surga dan neraka, dan sebagainya.
Kategoro penting ilmu akhlak, yaitu sebagai berikut:
Ø  Ilmu akhlak sebagai ilmu, dalam ilmu akhlak terdapat ciri-ciri penting salah satu bidang ilmu yang merupakan bagian di siplin ilmu-ilmu sosial.
Ø  Manusia dan binatang, sebagai objek yang sama dalam ilmu akhlak.
Ø  Ilmu akhlak mempelajari tingkah laku manusia sebagai gejala yang tampak dan di jadikan bahan kejadian dalam melihat keadaan kejiwaan manusia yang sesungguhnya berhubungan erat dengan psikologi. Kartini Kartono membaginya menjadi beberapa tingkatan (niveau) yaitu sebagai berikut:
a)      Nivea anorganis.
b)      Niveau vegetatif.
c)      Niveau animal.
d)      Niveau human.
e)      Niveau absolut atau niveau religius.
Ø  Lingkungan, sebagai daya tarik atau daya dorong munculnya perilaku kemudian di hubungkan dengan ilmu akhlak dengan psikologi dan sosiolgi.
Ø  Respons manusia terhadap lingkungan di sekitarnya berakibat pada pola kehidupan.
Ø  Hakikat perilkau manusia, artinya bukan semata-mata realitas perilaku yang tampak dan mudah di ketahui secara kasat mata, melainkan latar belakang dan substansi yang muncul dan terpolakannya perilaku.
Semua tingkah laku manusia di pelajari oleh akhlak dari sisi latar belakang dan gejala psikologinya. Ilmu akhlak sebagai ilmu yang tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan tingkah laku manusia, dan ilmu akhlak sebagai ilmu yang memiliki karakteristik yang sama dengan cabang ilmu lainnya. Pada dasaranya, perbuatan manusia di motivasi oleh tiga hal, yaitu sebagai berikut:
Ø  Rasa takut.
Ø  Mengharap keuntungan.
Ø  Tanpa pamrih.

B.     PENGERTIAN ETIKA
Etika adalah ilmu tentang tingkah laku manusia, prinsip-prinsip yang di sistematisi dari hasil pola pikir manusia. Ide-ide rasional tentang tindakan baik dan buruk telah lama menjadi bagian dari kajian filsuf. Salah satunya adalah ajaran etika epikuros tentang pencarian kesenangan hidup.
Dalam pandangan filosofis epikorus, dapat di ambil suatu pemahaman tentang arti etika, yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai tindakan manusia yang menurut ukuran rasio di nyatakan dan di akui sebagai sesuatu yang substansinya paling benar. Etika dapat di artikan dengan beberapa arti berikut:
Ø  Pandangan benar dan salah menurut ukuran rasio.
Ø  Moralitas suatu tindakan yang di dasarkan pada ide-ide filsafat.
Ø  Kebenaran yang sifatnya universal dan eternal.
Ø  Tindakan yang melahirkan konsekuensi logis yang baik bagi kehidupan manusia.
Ø  Sistem nilai yang mengabadikan perbuatan manusia di mata manusia lainnya.
Ø  Tatanan perilaku yang menganut ideologi yang di yakini akan membawa manusia pada kebahagiaan hidup.
Ø  Simbol-simbol kehidupan yang berasal dari jiwa dalam bentuk tindakan kongkret.
Ø  Pandangan tentang nilai perbuatan baik dan buruk yang bersifat relatif dan bergantung pada situasi dan kondisi.
Ø  Logika tentang baik dan buruk perbuatan manusia yang bersumber dari filsafat kehidupan yang dapat di terapkan dalam pergumulan sosial, politik, kebudayaan ekonomi, seni, profesionalitas, pekerjaan.
Ketila ilme pengetahian dan teknologi berkembang pesat, banyak bermunculan pandangan tentang ilmu yang bebas nilai atau netralitas etik. Pandangan tersebut di bantah dengan ilmuan lainnya karena ilmu pengetahuan yang bebas nilai akan menjadikan manusia sebagai hamba ilmu pengetahuan yang cenderung rasionalistik dan sekularis, yang ujung-ujungnya akan meniadakan tentang kebesaran Tuhan yang telah mencipyakan alam semesta dan manusia.
Hidayat Nataatmadja megatakan bahwa ilmu pengetahuan yang berkembang sedimikan pesat sebaiknya di pusatkan pada paradigma yang sama bagi seluruh keilmuan yang di miliki manusia yang dapat di jadikan tolak ukur kebenaran yang hakiki, yang benar dengan sendirinya, yang di ajarkan dari agama. Paradigma yang benar adalah paradigma yang yang di gali dari wahyu ilahi, yang telah di kaji secara ilmiah dan memiliki tingkat relevansi yang akurat dengan sejarah evolusi umat manusia dan perkembangan sains itu sendiri.

C.     PENGERTIAN MORAL
Moral merupakan istilah tentang perilaku atau akhlak yang di terapkan kepada manusia sebagai individu maupun sebagai sosial. Moral pancasila, artinya akhlak manusia dan masyarakat atau warga negara di indonesia yang bertitik tolak pada nilai-nilai pancasila, yaitu (1) ketuhanan YME (2) kemanusiaan yang adil dan beradab; (3) persatuan indonesia; (4) kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan; (5) keadilan bagi seluruh rakyat indonesia. Konsep moral berhubungan dengan konsep adat yang dapat dibagi dalam dua macam adat, yaitu sebagai berikut:
Ø  Adat shahihah, yaitu adat yang merupakan moral suatu masyarakat yang sudah lam di laksanakan secara turun temurun dari berbagai generasi, nilai-nilainya telah di sepakati secara normatif dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an.
Ø  Adat fasidah, yaitu kebiasaan yang telah lama di laksanakan oleh masyarakat, tetapi bertentangan dengan ajaran islam, misalnya kebiasaan dengan melakukan kemusrikan.
Berbicara tentang moral, berarti berbicara tentang tiga landasan utama terbentuknya moral, yaitu sebagai berikut:
Ø  Sumber moral atau pembuat moral.
Ø  Orang yang menjadi objek sekaligus objek dari sumber moral dan penciptanya.
Ø  Tujuan moral.
Kesimpulan dari pembahasan mengenai pengertian akhlak, etika, dan moral ketiga istilah tersebut memiliki kesamaan substansial jika di lihat secara normatif karena ketiganya menguatkan suatu pola tindakan yang di nilai baik dan buruk hanya pola yang berdasarkan pada ide-ide yang berbeda.





















BAB 2
LANDASAN SOSIAL NORMATIF DAN FILOSOFIS AKHLAK MANUSIA
A.     LANDASAN SOSIAL NORMATIF
Landasan normatif akhlak manusia sebagai individu atau sebagai masyarakat  adalah sebagai berikut:
Ø  Landasan normatif yang berasal dari ajaran agama islam.
Ø  Landasan normatif dari adat kebiasaan atau norma budaya.
Ø  Landasan normatif dari pandangan filsafat yang kemudian menjadi pandangan hidup dan asas perjuangan suatu masyarakat atau bangsa.
Ø  Landasan normatif yang memaksa dan mengikat akhlak manusia.
Akhlak yang di perlukan oleh pemimpin bangsa adalah akhlak yang berbijak pada norma hukum dan norma agama, sehingga terbentuklah keseimbangan pembangunan, yaitu jasmani dan rohani. Mengenai asas-asas umum pemerintah yang baik dengan lima unsur sebagai berikut:
Ø  Asas kejujuran
Ø  Asas kecermatan
Ø  Asas kemurnian dalam tujuan
Ø  Asas keseimbangan
Ø  Asas kepastian hukum
Solly Lubis (1992: 16) mengemukakan pendapat Crince Ie Roy tentang beberapa asas umum pemerintah yang baik, sebagai berikut:
Ø  Asas kepastian hukum
Ø  Asas kesamaan
Ø  Asas kecermatan
Ø  Asas motivasi pada setiap keputusan  pemerintah
Ø  Asas tidak menyalah gunakan kewenangan
Ø  Asas permainan yang wajar
Ø  Asas keadilan atau kewajaran
Ø  Asas menanggapi atau kewajaran
Ø  Asas menanggapi harapan yang wajar
Ø  Asas peniadaan akibat keputusan yang batal
Ø  Asas perlindungan akibat keputusan yang batal
Ø  Asas perlindungan atas pandangan hidup atau cara hidup pribadi
Penyelenggaraan pemerintah berpedoman pada asas umum penyelenggaraan negara yang terdiri atas sembilan asas, yaitu sebagai berikut:
Ø  Asas kepastian hukum
Ø  Asas tertib penyelenggaraan negara
Ø  Asas kepentingan umum
Ø  Asas keterbukaan
Ø  Asas proporsionalitas
Ø  Asas profesionalitas
Ø  Asas akuntabilitas
Ø  Asas efisiensi
Ø  Asas efektifitas
Prinsip-prinsip utama good governance adalah:
Ø  Akuntabilitas
Ø  Transparansi
Ø  Keterbukaan
Ø  Aturan hukum
Ø  Adanya perlakuan yang adil
Ada sepuluh asas untuk materi muatan peraturan perundang-undangan, yaitu sebagai berikut:
Ø  Asas pengayoman
Ø  Asas kemanusiaan
Ø  Asas kebangsaan
Ø  Asas kekeluargaan
Ø  Asas kenusantaraan
Ø  Asas bhineka tunggal ika
Ø  Asas keadilan asas kesamaan kesamaan dalam hukum dan pemerintah
Ø  Asas ketertiban dan kepastian hukum
Ø  Asas keseimbangan keserasian, dan keselarasan
Dalam hukum islam, konsep norma hukum di artikan sebagai ketetapan yang mengatur  tata cara perbuatan manusia.
Ilmu akhlak adalah ilmu yang paling rasional dan aktual karena membahas tingkah laku manusia yang tidak hengkang oleh perubahan zaman, bahkan perubahan kehidupan manusia tidak dapat di batasi pendekatan yang bersifatt kuantitatif, ia bergulir mengikuti sejarah yang di buatnya sendiri.
Secara sosiologis, hadirnya norma hukum tidak dapat di lepaskan dari gejala sosial dan dinamikanya. Secara ontologis, ilmu akhlak merupakan ilmu pengetahuan yang memikirkan hakikat kehidupan manusia dalam bertingkah laku, terutama dalam masyarakat.
Landasan normatif dapat berupa hukum dan kaidah sosial serta berbagai peraturan perundangan mengalami berbagai perubahan. Pemahaman tersebut di bangun oleh tiga dasar yaitu sebagai berikut:
Ø  Segala sesuatu yang terjadi dalam masyarakat secara empiris yang terlihat dan terasa adalah realitas absolut.
Ø  Pemahan atassegala yang terjadi dan di lakukan oleh masyarakat bukan merupakan kejadiannya.
Ø  Kompromisasi antara segala hal yang terjadi di masyarakatdengan corak pemahaman normatif merupakan salah satu bentuk sintetis antara relitas mutlak dan realitas relatif.

B.     AL-QUR’AN SEBAGAI LANDASAN NORMATIF
Bagi umat islam, Allah SWT. Adalah sumber utama yang di rujuk untuk di jadikan landaan bertingkah laku. Jika Allah SWT.  Sebagai landasan normatif dalam berakhlak, pada hakikatnya akhlak manusia adalah cermin dari akhlak penciptanya karena Dzat-Nya memiliki sifat dan af’al.
Landasan normatif dari ajaran islam, yang demikian sempurna wajib di buat oleh Dzat yang maha sempurna dan merupakan keimana yang terpenting dari segala yang penting.
Asy- Syara’ yang di maksud adalah wahyu, yang oleh Ibnu Taymiah di bagi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
Ø  Asy-Syara’ Al –Munazzal
Ø  Asy-Syara’ Al-Mu’awwal
Ø  Asy-syara’ Al-mubaddal
Wahyu adalah kalam Allah SWT. Kepada malaikat agar menjalankan perintahnya untuk di sampaikan kepada para nabi dan orang yang terpilih dan beriman sebagaimana terdapat dalam surat Al-Anfal ayat 12 yang artinya sebagai berikut:
“(ingatlah), ketika tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, ‘sesungguhnya, aku bersama kamu, maka ingatlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman, ‘kelak akan ku berikan rasa takut ke dalam hati orang kafir, maka pukulah di atas leher mereka dan pukulah tiap ujung jari mereka.” (Q.S. Al-Anfal:12)
Al-qur’an terkumpul  dalam dada RasulullahSAW. Dan beliau menjadi manusia yang sangat cerdas meskipun ia tidak bisa memnulis dan membanca. Di dalam Al-qur’an terdapat ribuan ayat qauliyah yang membicarakan semua masalah, dalam berbagai kondisi, dan kisah-kisah yang dapat di jadikan pelajaran bagi kehidupan manusia pada masa depan. Modal dasar keyakinan atas Al-Qur’an adalah keimanan, sebagai fondasi akhlak.
C.     AS-SUNNAH SEBAGAI LANDASAN NORMATIF
Membahas As-sunnah adalah membahas Nabi Muhammad SAW. Sebagai Rasul terakhir yang menerima risalah ajaran tauhidulah setelah berakhirnya masajabatan kerasulan Nabi Isa a.s yang diutus Allah SWT. Untuk bangsa nasrani. Membicarakan As-Sunnah juga membicarakan sejarah lahirnya As-Sunnah yan diketahui melalui Al-Hadis atau Al-Khabar. Ada perbedaan definisi dari As-Sunnah, Al-Hadis, dan Al-Khabar, meskipun di kalangan ulama hadis, ada yang menyamakannya.
As-Sunnah adalah bagian dari doktrin kenabian dan kerasulan yang membentuk “model prilaku system social” yang berkaitan dengan keyakinan manusia terhadap ajaran ajaran allah SWT.
Menurut pendapat yang dominan sunnah adalah praktik aktual yang telah lama ditegakkan dari satu generasi sehingga memperoleh status normatif manjadi”sunnah”.
Menurut istilah, As-Sunnah adalah segala yang di nukilkan dari Nabi Muhammad SAW. Berupa perkataan, perbuatan, taqrir, pengajara, sifat, kelakuan, perjalanan hidup, sebelum dan setelah Nabi Muhammad SAW. Diangkat menjadi Rasul. (M. Ajaj Al-Khathib, 1975: 19).
Landasan normatif yang tertuang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah bertitik tolak pada prinsip-prinsip berikut:
Ø  Landasan ketauhidan.
Ø  Landasan kemanusiaan.
Ø  Landasan kemanusiaan melahirkan landasan keadilan.
Imam Asy-syathibi menyatakan bawha kebaikan masyarakat yang terhindar dari keburukan dan kerusakan moral, dapat tegak sempurna jika tiga aspek terpenuhi dengan sempurna yang di maksud sebagai berikut:
Ø  Dharuriyah, yaitu yang harus ada, tidak wajib tidak ada.
Ø  Hajiyah, semua kebutuhan iklim keluasan dan kemudahan serta terbebas dari kesempitan dan kesulitan dalam penunaian hak dan wajib.
Ø  Tahsiniyah, pengambilan yang layak dari sumber yang baik.
Al-qur’an dan As-Sunnah di formulasikan dalam berbagai praktik keberagaman umat islam sekarang, tetapi bentuk tingkah lakunya telah di format melalui paradigma yang berbeda. Tanpa Rasul, berarti tanpa sunah atau tanpa hadis. Ajaran islam tidak akan sampai kepada generasi berikutnya  jika tidak ada sunah. Pandangan Al-Qur’a, dan As-Sunnah sebagai landasan normatif akhlak manusia yang berlaku secara umum.
D.     LANDASAN FILOSOFIS AKHLAK MANUSIA

Filsafat adalah seni kritik yang bukan semata-mata membatasi diri pada destruksi atau seakan-akan takut untuk membawa pandangan positifnya sendiri.Sifat kritis filsafat ditunjukan oleh tiga pendekatan dalam filsafat, yaitu ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
Pengertian filsafat diatas, dapat dipahami bahwa filsafat merupakan pengetahuan tentang cara berfikir kritis,pengetahuan tentang kritik yang radikal, artinya sampai ke akar akarnya,sampai pada konsekuensinya yang terakhir.
Filsafat juga merupakan kebebasan berpikir manusia terhadap segala sesuatu tanpa batas dwengan mengacu pada hukum keraguan atas segala hal. Segala hal yang di pikirkan oleh filsafat berkaitan dengan hal-hal berikut:
Ø  Sesuatu yang bersifat metafisik yang tidak dapat di lihat oleh mata kepala manusia.
Ø  Alam semesta yang fisikal dan terbentuk oleh hukum perubahan.
Ø  Segala sesuatu yang rasional dan irasional.
Ø  Semua yang bersifat natural.
Ø  Akal, rasa, pikiran, intuisi, dan persepsi.
Ø  Hakikat terbatas dan tidak terbatas.
Ø  Teori pengetahuan dari semua keberadaan manusia yang objektif maupun subjektif.
Ø  Fungsi dan manpaat segala sesuatu yang di dambakan manusia atau di hindarinya.
Ø  Kebenaran sfekulatif yang bersifat rasional tanpa batas sehingga berlaku pemahaman di alektis terhadap berbagai penemuan hasil pemikiran manusia.
Ø  Pengetahuan di mulai dengan rasa ingin tahu, kepastian berasal dari rasa ragu-ragu, dan filsafat di mulai dari keduanya.
Ø  Berfikir filsafat.
Ø  Filsafat telah menempati tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan.
Akhlak manusia yang di dasarkan pada landasan normatif filosofis tergambar dengan jelas dalam kehidupan sebagai berikut:
Ø  Kehidupan manusia individu yang di anut secara personal sebagai pijak tingkah laku seorang
Ø  Kehidupan bermasyarakat yang di tunjuk dari pemahaman filosofis terhadap berbagai pandangan para filsuf.
Ø  Kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ø  Kehidupan beragama yang berdasarkan pandangan filosofis pendiri atau agamanya.
Ø  Kehidupan berpolitik.
Dari uraian tentang landasan filosofis mengenai akhlak manusia, dapat di ambil pemahaman yang lebih singkat, sebagai berikut:
Ø  Manusia adalah makhluk yang berakal.
Ø  Manusia adalah makhluk sosial.
Ø  Manusia adalah makhluk jasmani dan rohani.
Ø  Manusia adalah peniru masa lalu yang di kembangkan ke masa kini.
Ø  Manusia adalah organisme yang struktural dan fungsional.
Ø  Manusia adalah makhluk yang di lahirkan dalam keadaan fithrah.

.
E.     LANDASAN METODOLOGIS
 Metode yang tepat dalam mempelajari kaidah-kaidah sosial yang berlaku dalam pembentukan akhlak manusia di masyarakat adalah metode deskriptif, yaitu berusaha mencatat, melukiskan, menguraikan, dan melaporkan buah pikiran, sikap, tindak, dan perilaku masyarakat dengan berbagai gejala sosial yang berkembang kaitannya dengan hukum yang berlaku. Secara deskriptif, kaidah-kaidah sosial yang tidak tertulis tergambarkan dalam bentuk tindakan sosial yang berbentuk meninggalkan atau melaksanakan perbuatan. Adapun hukum-hukum yang tertulis secara deskriptif dapat dianalis secara dokumentasi melalui pendekatan literatur.
Akhlak dapat di bentuk dengan adanya ijma’ para ulama, baik dalam akhlak ibadah maupun akhlak muamalah.
Akhlak dalam kehidupan ekonomi pun di upayakan oleh para ulama dan pemerintah agar mencerminkan akhlak yang mulia di hadapan Allah SWT. Dan sesama manusia.
F.      QIYAS SUMBER HUKUM ISLAM KEEMPAT
Qiyas diartikan pula dengan at-taqdir wa at-taswiyah, artinya menduga dan mempersamakan.
“qiyas artinya membandingkan yang didiamkan(tidak ada ketentuan hukumnya)pada yang diterangkan(sudah ada ketentuan hukumnya)pada illat hukum.
Para ulama ushul fiqh mengatakan bahwa rukun qiyas terdiri atas:
Ø  Ashl atau pokok, yaitu suatu peristiwa yang sudah ada nash-nya yang dijadikan tempat menganalogikan.
Ø  Far’u (cabang), yaitu peristiwa yang tidak ada nash-nya, yang akan dipersamakan hukumnya dengan ashl yang disebut maqis dan musyabah (yang dianalogikan dan diserupakan)
Ø  Hukum ashl, yaitu hukum syara’ yang telah ditentukan oleh nash
Sebenernya, penganalogian zakat profensi pada zakat usaha perdagangan tidak bermaksud memaksakan diri, tetapi para ulama para ulama ingin membentuk akhlak umat islam dengan cara memperhatikan orang miskin.
G.    METODE IJTIHAD
qiyas merupakan salah satu metode ijtihad. Oleh karena itu, qiyas sering disebut dengan pendekatan dalam ijtihad.
Ijtihad berasal dari kata “jahada” , artinya “al-ma’ayaqqah” (sulit atau berat, susah atau sukar).
Artinya :“Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh,jika engkau suruh mereka berperang,pastilah mereka akan  pergi.katakanlah(muhammad),janganlah engkau bersumpah (karena yang diminta)adalah ketaatan yang baik.sungguh,allah maha teliti terhadap apa yang engkau kerjakan.(Q.S an-nur:53)

Kata “jahda”, artinya “badzl alwus’i ath-thaqah”, yaitu pengerahan segala kesanggupan dan kekuatan atau berarti juga “al-mubalaghah fi al-yamin”, artinya berlebih-lebihan dalam sumpah.secara istilah, ijtihad adalah pengerahan semua kesanggupan dan kekuatan untuk memperoleh segala yang dituju sampai pada puncak tujuan. (Muhaimin, Tadjab, dan Abdul Mudjib, 1994: 187)

Menurut istilah, ijtiad adalah menggunakan seluruh kesangguapan untuk menetapkan hukum-hukum syariah. Dengan jalan mengeluarkan dari Al-Qu’an dan As-Sunnah atau menghabisalan kesanggupan seorang fuqaha untuk memnghabiskan zhan (sangkaan) dengan mentapkan suatu hukum syara’.Abu Zahra (1986:379) mengatakan bahwa ijtihad adalah mengerahkan segala kemampuan yang terdapat pada seorang ahli hukum islam dalam ber-istinbath(menggali) hukum islam yang bersifat praktis dari dali yang terperinci.
Dari semua definisi diatas tentang ijtihad di atas, dapat disimpulkan bahwa ijtihad adalah:
Ø  Pengerahan akal pikiran yang dilakukan oleh ahli hukum islam.
Ø  Menggunakan akalnya dengan sungguh-sungguh karena adanya dalil-dalil yang zhanni dari Al-Qur’an dan Al-Hadis.
Ø  Berkaitan dengan hukum syarr’i yang amaliah.
Ø  Menggali kandungan hukum syar’i dengan berbagai usaha dan pendekatan.
Ø  Dalil-dalil yang ada dirinci sedemikian rupa sehingga hilang ke-zhanni-annya.
Ø  Hasil ijtihad berbentuk fiqh sehingga mudah diamalkan.
Ijtihad berarti usaha memahami dalil al-aqli dan dalil as-sam dan melaksanakan ajaran ajarannya.untuk menetapkan hal hal yang dikategorikan sebagai lapangan ijtihad berkisar pada peristiwa peristiwa yang ditunjuk oleh nash.
Dalam perumusan konsep-konsep akhlak, di butuhkan metode ijtihad, sebagai berikut:
Ø  Ishtihsan
Secara ederhana, berpaling dari ketetapan dalil khusus pada ketetapan dalil umum.
Ø  Mashlahah Mursalah
Kepentingan hidup manusia.
Ø  Ishtishab
Menjadi ketetapan yang ada tetap berlaku hingga ada ketentuan dalil ang mengubahnya.
Ø  ‘Urf atau Adat
Kebiasaan, dan ada juga yang berpendapat tidak ada kebiasaan yang menyimpang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Ø  Dzari’ah
Jalan menuju sesuatu ia merupakan metode ijjtihad dengan pembagian sebagai berikut; Sadd Dzari’ah dan Fath Adz-Dzari’ah.
Ø  Madzhab Shahaby
Pendapat para sahabat menempati tempat yang lebih tinggi setelah ketentuan hukum islam tidak di temukan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Ø  Syar’u Man Qablana
Syariat sebelum kita.

BAB 3
WILAYAH KAJIAN ILMU AKHLAK
A.     STUDI TENTANG MASYARAKAT

Kajian penting dari ilmu akhlak adalah perilaku social atau masyarakat.kajian tersebut dititik beratkan pada pola hidup manusia sebagai makhluk social.Hidup masyarakat bukan sekedar kewajiban sosial atau kewajiban kultural, tetapi lebih jauh dari itu, merupakan kewajiban religius karena pada kenyataanya kehidupan sosial diatur oleh beberapa tatanan dan tuntutan yang berlaku. Taat pada hukum yang berlaku dalam masyarakat termasuk dalam kesepakatan sosial normatif yang merupakan bagian dari terbangunnya keharmonisan sosial.
Secara sosiologis, masalah keadaan lingkungan sosiokultural dalam masyarakat yang beragama, erat hubungannya dengan proses pembentukan kebudayaan. Adapun kebudayaan itu memiliki banyak batasan.
Akhlak sosial berhubugan dengan sosiologi yang memusatkan perhatian pada hukum-hukum statisn dan dinamis, yang menjadi dasar dari adanya masyarakat. akhlak mengkaji perkembangan social,dalam arti pembangunan yang terjadi dalam masyarakat.ilmu akhlak menggambarkan cara cara pokok tentang perkembangan manusia dari tingkat inteligensi yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi.
Perilaku sosial keagamaan sebagai gejala hukum dan gejala sosial di duga merupakan karakteristik kultural yang diistitusionalisasikan melalui enam karakter budaya. Fred Luthan (1992:26) mengaturnya sebagai berikut:
Ø  Proses saling belajar dalam berbudaya melalui interaksi dalam masyarakat yang terorganisasi atau masyarakat yang kompleks.
Ø  Proses saling berbagi budaya di antara anggota masyarakat.
Ø  Saling mewariskan budaya dari generasi ke generasi.
Ø  Proses simbolisasi perilaku yang di pandang refresentatif bagi integrasi sosial kultural-nya.
Ø  Proses peternalisasi sebagai kebentukan dan pengintegrasian perilaku sosial.
Ø  Proses adaptasi dario semua perilaku masyarakat.

B.     KAJIAN AKHLAK TENTANG MANUSIA
kajian kedua dari ilmu akhlak adalah manusia,yang merupakan kajian utama yang menjadi topik paling mendasar dari tujuan ilmu awalnya  akhlak.hal ini karena masyarakat yang berakhlak mulia ciptakan oleh manusia sebagai pribadi atau individu.kehidupan pun dibebani tanggung jawab individu setelah menerima hak hak pribadinya,demikian pula di alam akhirat nanti,semua akan bertanggung jawaw di hadapan Allah SWT secara diri sendiri. Manusia adalah salah satu mahkluk yang diciptakan Allah SWT. Dengan sangat sempurna yang paling pesat perkembangannya di dunia.
Dengan akhlaknya mansia mengembangkan pengetahuan, baik perseorangan maupun umat keseluruhan, perkembangan manusia melalui tiga zaman, sebagai berikut:
Ø  Zaman Teologis
Manusia percaya bahwa di belakang gejala alam terdapat kuasa adikodrati yang mengatur fungsi dan gerak gejala-gejala tersebut. Zaman teologis dapat di bagi lagi menjadi tiga periode, sebagai berikut:
·         Animisme
·         Politeisme
·         Monoteisme
Ø  Zaman Metafisis
Kuasa adikodrati di ganti dengan konsep dan prinsip yang abstrak.
Ø  Zaman positif
Zaman yang tertinggi dari kehidupan manusia.

Pandangan August Comte merupakan gambaran tentang akhlak manusia, yang kehidupannya tidak berhenti dari pencarian jati dirinya. Akal manusia mengalami perkembangan sepanjang kehidupan beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. penelitian demi peelitian berujung pada kesimpulan bahwa akal manusia sangat terbatas karena setiap hasil penelitian hanya menggambarkan situasi tertentu dan tidak bersifat langgeng.
Dengan pandangan tersebut,ilmu akhlak yang mengkaji tentang manusia akan berhubungan dengan manusia,dengan seluruh kapasitas dan potensinya,sebagai individu dan sebagai makhluk social.

C.     KAJIAN TENTANG JIWA

Dengan demikian,kajian ilmu akhlak tentang jiwa manusia akan berhubungan dengan pengalaman pengalaman yang timbul dalam diri manusia. Seperti,perasaan,pancaindra,pikiran,merasa,dan kehendak yang tergambarkan dalam aktivitas individu.

Ilmu akhlak membahas perkembangan jiwa anak yang senantiasamemerlukan bimbingan orang tuanya dengan memerlukan hal penting yaitu sebagai berikut:
Ø  Memberi teladan yang baik
Ø  Membiasakan bersikap baik
Ø  Menceritakan hal yang baik
Ø  Menerangkan hal yang baik
Ø  Membina daya kreatif
Ø  Mengontrol, membimbing dan mengawasi anak
Ø  Memberikan sanksi jika melanggar
Ø  Mendoakan anak menjadi anak yang shaleh
Ciri-ciri yang paling menonjol dari keperibadian adalah sebagai berikut:
Ø  Dunia adalah tempat yang damai.
Ø  Semua manusia bersaudara.
Ø  Keadilan bersifat universal.
Ø  Tidak ada masalah dalam kehidupan.
Ø  Selalu optimistik.
Ø  Kebahagian dan sederhana yang di padu.
Ø  Semua manusia berakhlak mulia dan saling membantu.
Ø  Hidup berjalan bagaikan air.
Ø  Positive thinking.
Ø  Masalah cepat di selesaikan dengan orang yang profesional.

D.     OBJEK KAJIAN PRAKTIS ILMU AKHLAK

Secara teoritis, ilmu akhlak memilki wilayah kajian filosofis yang berhubungan dengan tingkah laku manusia, individu, dan masyarakat, tentang jiwa dan gambaran jiwa yang tampak dalam kehidupan nyata pada manusia. Kajian Praktis ilmu ahkla adalah sebagai berikut:
Ø  Sejarah tentang tingkah lalku manusia sejak nabi adam sampai dengan sekarang yang menjadu barometer perbuatan baik dan buruk, salah dan benar, hak dan batil, dan yan berakibat pahala atau dosa, surga atau neraka.
Ø  Sistem penilaian yang berlaku terhadap tingkah laku manusia dari segi kebajikan dan keburukan.
Ø  Pengkajian terhadap latar belakang lahirnya akhlak manusia semenjak didalam rahim, pada masa bayi, kanak-kanak, remaja, dan pada masa tua hingga akhir hayat menjemputnya.
Ø  Kriteria yan terpuji dan akhlak yan tercela atau disebut dengan akhlahuk mahmudah dan aklakul najmumah.
Ø  Model-model ahklak yang terpuji dan tercela.
Ø  Berbagai aliran yang membicarakan konsep tentang akhlak atau etika.
Ø  Pendidikan akhlak di dalam lingkungan keluarga dan sekolah serta dilingkungan masyarak.
Ø  Sanki sanki yyang di terapkan pada manusia yang berakhlak buruk,baik sanki dunia maupun akhirat.
Ø  Akhlak kepada allah SWT,para nabi dan rosul,sahabat,ulama,dan orang orang yang dimuliakan allah SWT.
Ø  Akhlak kepada kedua orang tua,para pendidik,kerabat,dan tetangga.
Ø  Akhlak dalalam kehidupan berumah tangga.
Ø  Akhlak dalam masyarakat.
Ø  Akhlak dalam berpo dalam politik.
Ø  Akhlak dalam berperang.
Ø  Akhlak dalam penyelesaian konflik.
Ø  Akhlak dalam perdagangan dan bisnis lainnya.
Ø  Akhlak dalam kehidupan bernegara dan menyelenggarakan pemerintahan.


Masih banyak kajian praktis ilmu akhlak yang dapat dikaji  secara mendalam.secara keseluruh memberikan contoh utama bagi seluruh umat manusia dalam berakhlak, sehingga beliau dinyatakan oleh allah SWT.sebagai model utama dalam berakhlak.bahkan, orang orang jahiliaah pun memberikan gelar kepada muhammad SAW.















BAB 4
PEMBAGIAN AKHLAK DAN MACAM-MACAMNYA

A.     PEMBAGIAN AKHLAK
secara umum,akhlak dalam perspektif ilmu dibagi menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut:
Ø  Akhlak Falsafi atau Akhlak Teorotik yaitu,akhlak yang menggali kandungan Al-Qur’an dan As-Sunnah secara mendalam, rasional, dan kontemplatif untuk dirumuskan sebagai teori dalam bertindak.
Ø   Akhlak Amali artinya Akhlak Praktis, yaitu ahklak dalam arti yang sebenarnya, berupa perbuatan yaitu talk less do more, sedikit bicara banyak bekerja.
Ø  Akhlak fardhi atau akhlak individu, yaitu perbuatan manusia yang tidak terkait dengan  orang lain.
Ø  Akhlak ijtima atau akhlak jama’ah yaitu tindakan yang disepakati secara bersama-sama mkisalnya akhlak organisasi, ahklak partai polotik, akhlak masyarakat yang normatif, dan akhlak yang berujuk pada adat kebiasaan.

Para filsuf muslim yang mengembangkan pemahaman filosofisnya tentang eksistensi kebenaran dan sumber kebenaran adalah  sebagai berikut:
Ø  Al kindi
Al kindi mengatakan,filsafat adalah ilmu tentang hakikat (kebenaran) segala sesuatu menurut kesanggupan manusia,mencakup ilmu ketuhanan, ilmu keesaan (wahdaniyyah), ilmu keutamaan (fadhilah), ilmu tentang cara meraih maslahat dan menghindari dan madharat.tujuan seorang filsuf bersifat teoritis, yaitu mengetahui kebenaran praktis,yaitu mewujudkan kebenaran tersebut dalam tindakan.semakin dekat pada kebenaran semakin dekat pula kesempurnaan.

Ø  Al farabi
Menurut al farabi, banyak orang yang mengetahui tentang kebaikan, perkara yang baik atau terbaik, tetapi ia tidak sanggup memanifestasikannya dalam kehidupan atau hanya bisa melaksanakan sebagiannya saja. Al-farabi, sebelum membicarakan hakikat tuhan dan sifat sifatnya. Terlebih dahulu membagi wujud yabg ada dalam dua bagian, yaitu sebagai berikut:
1.      Wujud yang nyata karena lainnya.
2.      Wujud yang nyata dengan sendirinya.
Dalam pandangan Al-Farabi, akhlak manusia akan semakin baik dan sempurna, terutama dalam menggapai marifatullah apabila akalnya terus di asah dan di kembangkan oleh ilmu pengetahuan dan hikmah.
Ø  Imam Al Ghazali
Menurut imam al ghazali hakikat pengetahuan selalu bertitik tolak dari kebenaran ilmu yang yakin. Ilmu yang tingkat tinggi kebenarannya tidak diragukan lagi,seperti adanya kepastian kematian bagi seluruh makhluk tanpa kecuali.ada tiga objek materil ilmu tauhid yaitu allah SWT. dengan segala sifat sifatnya, kenabian dengan segala kaitannya,dan hari akhirat dengan segala kendungannya. ketiga objek materil ilmu tauhid itulah yang merupakan pokok pokok keimanan. oleh karena itu,dalam konsepsi al ghazali, ilmu yang membahas pokok pokok keimanan dalam islam adalah tauhid.
Pandangan-pandangan Imam Al-Ghazali tentang akal dan hati amat kuat kaitannya dengan upaya merumuskan bentuk keyakinan manusia kepada Tuhan. Seluruh akhlak manusia harus berpedoman pada ilmu pengetahuan yang rasional dan tidak menyimpang dari kebenaran batiniah.

Ø  Ibnu Sina
Ibnu sina dilahirkan dan dibesarkan didaerah bukhari.dibukhara,ia menghapal al quran dan belajar ilmu ilmu agama serta ilmu astronomi.pandangan ibnu sina yang paling terkenal,yaitu tentang keharusan manusia bertindak rasional dalam bertuhan berpijak dari pemahamannya tentang benda yang tercipta dan dzat abadi yang menciptakan seluruh benda kekuatan.menurut ibnu sina,waktu atau zaman tidak dijadikan dalam proses waktu,melainkan kejadian tersebut adalah sebagai ibda(ciptaan), yang penciptaanya tidak mendahului dari segi tingkatan dan martabat. zaman terjadi sesudah ada zaman lain yang mendahuluinya sebab pengertian”baru dari segi zaman” adalah zaman asalnya tidak ada, kemudian ada.
Ø  Ibnu Rusyd
Ibnu rusyd adalah abdul walid Muhammad bin ahmad ibnu rusyd,dilahirkan di cordov pada tahun 520 H.ibnu rusyd adalah seorang ulama besar yang karya karyanya meliputi berbagai ilmu,seperti fiqih,ushul,bahsa,kedokteran,astronomi,polotik,akhlak dan filsafat.
Buku-buku yang penting yang telah sampai pada kita sebagai berikut:
Ø  Bidayatul Muztahid
Ø  Faslul-Maqal Fima Baina Al-Hikmati was- Syariat min Al-Ittsal
Ø  Manahij Al-Adillah fi Aqaidi Ahl Al-Millah
Ø  Tahafut At-Tahafut
Pandangan Ibnu Rusd tentang wujud tuhan melalui dua dalil adalah pemahaman filosofinya yang menjadi rumusan teoretik tentang sistem akhlak ilahiah dalam menciptakan seluruh makhluk-Nya, dengan sangat rapi, seimbang dan tidak sedikitpun yang batil.

B.     MACAM-MACAM AKHLAK

Pembahasan tentang macam macam akhlak berkaitan dengan tasauf akhlaqi,yaitu tasawuf yang mengutamakan bentuk praktis dan tingkah laku sesuai dengan syariat yang diajarkan allah SWT.tasawuf yang benar bukan tasawuf terlepas dari tuntutan al quran dan sunnah,yang mempraktikan bentuk bentuk amalan tan didasari pada dalil dalil yang sahih.tasawuf yang benar adalah yang berpegang teguh secara utuh pada aturan aturan agama,menyatukan prinsip prinsip akidah dan syariat dalam beribadah dan bermuamalah.orang orang sufi yang menganut aliran tasawuf akhlaqi mengutamakan pendekatan pendekatan tertentu untuk menggapai kecintaan allah SWT.kepada dirinya.pengetahuan tentang allah SWT digapai dengan 3 cara yaitu :
Ø  Takhalli sebagai langkah pertama yang harus dilakukan oleh orang sufi dengan cara mengosongkan diri dari akhlak tercela serta memerdekakan jiwa dari hawa nafsu duniawi yang akan menjerumuskan manusia.
Ø  Tahalli sebagai upaya mengisi jiwa dengan akhlak yang terpuji.jiwa dan otaknya diisi berbagai berbagai pesab illahi dengan mempertahankan tingkah laku terpuji.cara terbaik untuk melakukan tahalli adalah tidak berhenti bertobat dari segala perbuatan nista.
Nafsu dunia banayak yang menggiurkan manusia ada tiga hal yang perlu di kendalikan dan di atur dengan baik, yaitu (1) harta (2) tahta (3) wanita. Dengan penuh kesabaran manusia menjadi ridha. Keridoan manusia terletak pada penerimaan yang ikhlas dengan semua kehendak Allah SWT. Rasa cinta terhadap Allah SWT.


Ø  Tajalli yaitu terungkapnya cahaya kegaiban atau nur gaib(qamar kailani,1969:27) manusia yang telah melakukan kesadaran tertinggi dengan cara membiasakan kehidupannya dengan akhlak yang terpuji.akhlak secara umum atas dua macam yaitu akhlak terpuji dan akhlak tercela.

Dengan tiga metode itulah, dapat di jelaskan secara lebih singkat bahwa akhlak secara umum terdiri atas dua macam, sebagai berikut:
Ø  Akhlak terpuji atau akhlak yang mulia.
Ø  Akhlak tercela atau akhlak yang di benci.

C.     HIKMAH MEMPELAJARI ILMU AKHLAK

Ilmu akhlak sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia.oleh karena itu,ilmu ini pantas untuk dipelajari dan dipahami secara mendalam,ilmu akhlak berarti akhlak yang berpijak dari pengetahuan yang digali dari berbagai pendekatan dan hasil hasil penelitian.pendekatan tersebut adalah pendekatan empiric yang berpegang pada pengalaman sebagai sumber ilmu pengetahuan.dalam pendekatan empiric,kebenaran adalah segala sesuatu yang telah dialami dan bersifat objektif.akhlak adalah tindakan kreatif yang penuh dengan cipta,karsa dan karya melalui pemberdayaan akala budi yang luhur.diantara manfaat terbesar dalam mempelajari ilmu akhlak adalah sebagai berikut :
Ø  Peningkatan amal ibadah yang lebih baik dan khusyuk
Ø  Peningkatan ilmu pengetahuan untuk meluruskan prilaku dalam kehidupan
Ø  Peningkatan kemampuan mengembangkan sumber daya diri agar lebih mandiri
Ø  Peningkatan kemampuan bersosialisasi,melakukan silaturahmi positif dam membangun ukhuwah
Ø  Peningkatan penghambaan jiwa kepada allah SWT
Ø  Peningkatan kepandaian bersyukur dan berterima kasih kepada allah SWT
Ø  Peningkatan strategi beramal salehyang dibangun oleh ilmu yang rasional, yang akan membedakan antara orang orang berilmu dan yang taklid disebabkan oleh kebodohannya allah SWT berfirman yang artinya:
”diantara hamba hamba allah yang takut kepadanya,hanyalah para ulama.sungguh,allah maha perkasa ,maha pengampun”.[Q.S fatir]
Dengan mempelajari ilmu akhlak tindakan manusia akan di ukur secara kualitatif dan mempertimbangkan syariat yang benar, yang datang dari ajaran Allah SWT. Dan Rasull-Nya.

D.     INDIKATOR AKHLAK YANG TERPUJI DAN TERCELA

Ø  Baik dan Buruk menurut Agama
Penting untuk di renungkan oleh manusia dalam menjalani kehidupan ini, tentang terminologi yang hitam-putih mengenai perilaku baik dan buruk, mengenai akhlak terpuji dan tercela.
Indikator utama dari perbuatan yang baik adalah sebagai berikut:
Ø  Perbuatan yang di perintahkan oleh ajaran Allah SWT. Dan Rasull-Nya.
Ø  Perbuatan yang mendatangkan kemashlahatan dunia dan akhirat.
Ø  Perbuatan yang meningkatkan martabat kehidupan manusia di mata Allah dan sesama manusia.
Ø  Perbuatan yang menjadi tujuan syariat islam.

Indikator utama perbuatan yang tercela, sebagai berikut:
Ø  Perbuatan yang di dorong oleh nafsu yang datang dari setan.
Ø  Perbuatan yang di motivasi oleh ajaran thogut yang mendatangkan kerugian.
Ø  Perbuatan yang membahayakan dunia dan akhirat.
Ø  Perbuatan yang menyimpang dari syariat islam.
Ø  Perbuatan yang mengakibatkan permusuhan.
Ø  Perbuatan yang menimbulkan bencana.
Ø  Perbuatan yang membuat kebudayaan menjadi punah.
Ø  Perbuatan yang melahirkan konflik.

Ø  Indikator Akhlak Terpuji dalam Filsafat

Pandangan pandangan tentang akhlak dalam kajian filsafat melahirkan berbagai aliran yang kemudian digolongkan pada aliran etika dalam filsafat atau filsafat etika yang paradigm didasarkan pada aksiologi dalam filsafat.filsafat sebagai induk pemikiran ilmiah selalu berada di belakang setiap kemajuan suatu peradaban.dialektika keilmuan yang dibangun oleh plato dan muridnya,aristoteles.plato terkesan sangat idealistic dan meyakini bahwa eksistensi berada diluar aspek fisik.sementara bagi muridnya,aristoteles,eksistensi melekat pada sesuatu yang fisik.bagi plato kebenaran yang ditangkap oleh pancaindra dan di benarkan secara rasional oleh rasio.pandangan tersebut mengesankan keyakinan aristoteles tentang keberadaan kebenaran yang paling hakiki,berada diluar segala sesuatu yang empiric dan fisik.
Agama Kristen mengharuskan masyarakat bermoral mengikuti ajaran Kristen.gereja sebagai pusat kebenaran dan pembentuk keharusan berakhlak.kristen telah memenangkan dunianya sebagai dunia moralitas gerejani yang absolute pada masa itu.Akan tetapi,sepanjang moralitas gerejani yang dipaksakan,system filsafat Plotinus mengajarkan kesatuan yang disebut allah SWT.
Neoplatonisme merupakan aliran filsafat yang dianggap sebagai filsafat baru dalam filsafat yunani kono,menjadi aliran intelektual dominan yang tampak bersaing dengan dunia Kristen(teologi kristiani).menurut pendapatnya,filsafat dapat dipahami sebagai ”filsafat kristiani” kebijaksanaan saja. augustinus penganut neoplatonisme dan stoisisme. Pemikiran augustinus ada beberapa hal penting yang perlu dipahami sebagai berikut :
Ø  Iluminasi atau penerangan.rasio insane hanya dapat abadi jika mendapat penerangan dari rasio tuhani.tuhan adalah guru yang tinggi dalam batin dan menerangi roh manusia.
Ø  Dunia jasmami terus menerus berkembang,tetapi bergantung pada tuhan.
Menurut pemikiran Augustinus, manusia yang di pengaruhi platonisme, tetapi tidak mengakui dualisme ekstrim Plato, jiwanya senantiasa terkurung oleh tubuh.
Dengan demikian manusia terdiri atas jasmani dan rohani yang harus berjalan seimbang karena jiwa menggerakan badan,badan mengamalkan motivasi jiwa,dan jiwa harus selalu dibimbing oleh ajaran ajaran yang datang dari tuhan.

Ø  Indikator Akhlak Baik dan Buruk dalam Ilmu

Dalam perspektif ilmu,akhlak yang benar adalah yang didasarkan pada rasio.oleh karena itu,manusia berakhlak harus rasional. pemahaman ini melahirkan aliran rasionalisme yang awlnya merupakan aliran dalam filsafat.akan tetapi, pendekatan rasional dalam keilmuan selalu mengacu pada sistematik berpikir yang tertib, yaitu melalui penelitian,percobaan percobaan di laboratorium,pemahaman logika,hipotesis yang di uji,dibuktikan dan disimpulkan hasil hasilnya.
Berakhlak menjadi bagian percobaan dan pengalaman.oleh sebab itu,akhlak manusia akan berkembang jika bersifat posiif dan objektif dengaan pendekatan empiris.empirisme adalah salah satu aliran dalam filsafat yang menekankan peran pengalaman dalam memperoleh pengetahuan serta mengecilkan peranan akal.filsafat empirisme tentang teori makna,sangat berdekatan dengan aliran positivism logis(logical positivisme)dan filsafat Ludwig wittegenstein.akan tetapi,teori makna dan empirisme selalu harus dipahami melalui penafsiran pengalaman.oleh karena itu,bagi penganut empirisme,jiwa dapat dipahami sebagai gelombang pengalaman dan kesadaran.
Empirisme dan rasionalisme berkembang pesat, hingga melahirkan positivisme. Aliran ini di perkenalkan oleh Auguste Comte.

Ø  Indikator Akhlak Baik dan Buruk Perspektif Budaya

Budaya berasal dari dua kata,yaitu”budi” artinya akal dan “daya” artinya kekuatan.dengan demikian budaya artinya sebagai kekuatan akal.potensi akal terwujud dalam bentuk kehendak berpikir,berkarya,dan mengembangkan karya ciptanya.kebudayaan sebagia system hidup dalam arti cara manusia mempertahankan kehidupannya.oleh sebab itu,akhlak baik buruk dalam perspektif kebudayaan adalah dengan melihat dan meneliti cara kerja dan cara berpikir manusia untuk mengembangkan kehidupannya dari generasi ke generasi.
Manusia akan terus menciptakan kebudayaan secara sadar maupun tidak sdar.dalam kebudayaan manusia,hal yang mendasar dari perilaku individu memiliki subjektivitas dan orientasi yang berbeda.oleh sebab itu,baik dimensi motivasional maupun dimensi nilai sebagai unsure orientasi diri manusia,dapat lebur menjadi satu bentuk perilaku social,kemudian terbentuklah kebudayaan.
Dengan pemahaman teoretik,indicator akhlak yang terpuji atau tercela menurut kebudayaan sifatnya sangat relative karena system normative yang dijadikan standar baik dan buruk adalah tradisi yang telah terlembagakan.akan tetapi,tradisi normative dapat berasal dari berbagai sumber, yaitu agama, legenda, mitos, filsafat, dan sebaginya.
Interaksi sosial adalah wujud kolektivitas dari interaksi individual yang di warnai oleh orientasi motivasional dan orientasi nilai dengan segala dimensinya.








BAB 5
POTENSI KEMANUSIAAN DALAM MEWUJUDKAN AKHLAK

A.     POTENSI DASAR INSANI

Potensi fundamental yang memiliki manusia adalah akal sebagai alat untuk berfikir.akan tetapi,meskipun potensi terkuat yang memilki manusia adalah akal,kehidupan manusia tidak selalu berjalan mulus.manusia sering mengalami suatu peristiwa yang berada di alam ketidaksadaran.dengan teori analytical psychology berpendapat bahwa ketidaksadaran disebabkan oleh hereditas dan warisan yang bersifat rasial,menurut jung,struktur otak manusia bersifat tetap bersifat tetap sehingga aspek ketidaksadaran berada pada collective yang terdiri atas jejak memori yang diwariskan secara turun menurun. cara kerja otak manusia tidak terlepas dari proses penurunan gejala gejala kemanusiaan yang berlaku sejak masa pramanusia yang bersifatnya transpersional yang akan menjadi dasar kepribadian manusia,selanjutnya secara berkesinambungan.
Dalam berakhlak,manusia memiliki penggerakan utama bagi kesadaran, yaitu kesadaran yang membangkitkan seluruh pusat potensial kreativitas manusia.akhlak manusia yang visual salah satunya merupakan produk dari cara manusia menyikapi dunia luar.akhlak manusia dengan kepribadiannya akan dipengaruhi dan di bentuk oleh pengaruh lingkungannya.akhlak manusia pun dibentuk oleh karakteristik yang berbeda beda,termasuk kesadaran mentalitasnya, yang disebabkan oleh aktivitas kejiwaan masing masing sebagai tipologi yang mengisi unsure unsure psikisnya. dengan demikian,cara pandang individu dan cara memersepsi terhadap dunia luar dan dirinya sendiri tidak sama.akhlak atau tindakan manusia di dorong oleh tujuan hidupnya masing masing.
Dalam ajaran islam, perbuatan yang di sebabkan oleh ketidaksamaan atau karena lupa merupakan salah satu jenis perbuatan yang tidak memiliki unsur hukum. Setiap manusia dengan bermacam-macam tindakanya di dorong oleh tindakan tertentu.

B.     WATAK DAN KEPERIBADIAN MANUSIA DALAM BERAKHLAK

Akhlak manusia dapat dibentuk oleh berbagai pengaruh internal maupun eksternal.pengaruh internal berada dalam diri manusia sendiri.ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud pengaruh anternal adalah matak,yaitu sifat dasar yang sudah menjadi pembawaan sejak manusia dilahirkan.akan tetapi,pengharuh eksternal pun dapat membentuk watak tertentu.lingkungan,mata pencaharian,mkan dan minum,pergaulan sehari hari dengan kawan sejawat,istri maupun syami.ada pula yang berpendapat bahwa factor geografis,pendidikan,situasi,dan kondisi social dan ekonomi,serta kebudayaan masyarakat pun dapat membentuk watak.jadi,watak manusia dapat di bentuk dua factor yang dimaksudkan,baik dadi dalam dirinya maupun yang datang dari luar.
Secara psikologis, tipe-tipe yang di akui merupakan keperibadian manusia terdiri atas tipe-tipe sebagai berikut:
Ø  Tipe yang merasa suci dan tidak merasa salah.
Ø  Tipe yang merasa selalu punya salah.
Ø  Tipe pemberani tidak takut dengan keadaan.
Ø  Tipe perhatian pada sesama.
Ø  Tipe pencari.
Ø  Tipe pecinta.
Ø  Tipe perusak.
Ø  Tipe pencipta.
Ø  Tipe penyihir.
Ø  Tipe pengaruh bagi orang lain.
Ø  Tipe humoris.
Ø  Tipe pencemburu.


BAB 6
ALIRAN-ALIRAN AKHLAK FILOSOFIS DAN AKHLAK PRAKTIS

A.     ALIRAN-ALIRAN AKHLAK FILOSOFIS

Tingkah laku manusia sangat bergantung pada cara pandang manusia tentang kebenaran serta tyjyan yang menjadi target bagi kehidupannya.motivasi manusia dalam berakhlak terdapat dalam hatinya,yang disebut dengan nia.akan tetapi,rahasia niat dapat dilihat dalam gambaran yang sesungguhnya sebagaimana dipraktikan oleh jasmaninya.secara filosofis, tingkah laku lahir dari paham paham dan pandangan hidup seseprang.dengan pandangan filosofis, secara filosofis, akhlak manusia dapat dilihat dari aliran aliran yang terdapat dalam filsafat yaitu sebagai berikut:
Ø  Positivisme
Kaum ini percaya bahwa penemuan hukum-hukum alam akan membukakan batas-batas pasti yang dalam kenyataan sosial. Pandangan positivisme, masyarakat merupakan suatu keseluruhan organik yang kenyataannya lebih dari jumlah bagian0bagian yang saling bergantung.
Ø  Organisme
Aliran ini masi berhubungan erat sam positivisme. Dalam perspektif organisme, usaha untuk membentuk pembaruan akan mengganggu keutuhan masyarakat yang alamiah dan trdisional normatif.
Menurut aliran organisme, masyarakat yang ideal adalah masyarakat yang bertahan dengan kesepakatan organiknya, kekeluargaan, gotong royong, dan kepentingan sosial secara umum.
Menurut paham organisme agama padamasa lampau sudah menjadi satu tonggak keteraturan sosial utama.
Ø  Pragmatisme
Pandangan utama pragmatisme adalah nilai dan konsep tentang akibat suatu perbuatan.
Ø  Humanisme
Humanisme merupakan bagian dari filsafat, aliran ini memandang bahwa manusia adalah makhluk mulia yang sewmua kebutuhan poko di peruntukkan untuk memperbaiki spesiesnya.
Pandangan humanisme telah menjanglkau filsafat tertinggi yang sekaligus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ekstensialisme. Nhumanisme moderen di pandang oleh liberalisme Barat-Borjuis sendiri sebagai makhluk yang memiliki keutamaan moral yang abadi dan niali yang mulia yang lebih luhur dari pada materi.
Ø  Kapitalisme
Aliran filsafat ekonomi yang paling di benci oleh sosialisme yang berawal dari Humanisme. Kapitalisme telah melakukan dehumanisasi besar-besaran dengan pandangan dan serangan yang hebat.
Ø  Marxisme
Ia berpandangan bahwa etika tidak ada hubungan dengan pemasangan norma-norma abstrak dan daftar kewajiban. Marxisme memahami manusia sebagai makhluk objektif.
Akhlak marxisme bukan merupakan akhlak yang buruk jika di lihat dari segi upaya menyatukan kekuatan manusia, menurutnya manusia selalu menemukan diri dalam struktur sosial tertentu.
Ø  Naturalisme
Menrutnya akhlak yang baik adalah akhlak yang sesuai dengan fithrah agama, sedangkan akhlak yang buruk adalah yang eluar dari fithrah manusia.
Aliran ini berpendirian bahwa segala sesuatu dalam dunia akan menuju tujuan tertentu.
Ø  Hedonisme
Ia mengatakan bahwa tujuan hidu manusia adalah kelezatan. Kelezatan hidup ada tiga macam, yaitu sebagai berikut:
·         Kelezatan primer.
·         Kelezatan sekunder.
·         Kelezatan tersier.
Ø  Skeptisisme
Kaumini adalah para filsuf yang meyakini bahwa keraguan terhadap segala sesuatu merupakan fondasi keyakinan. Akhlak selalu ragu apa yang di hadapinya, termasuk pada Tuhan dan ajarannya.
Ø  Teologis
Aliran ini menyatakan bahwa kebenaran berpusat pada Tuhan.
Ø  Ultiritalisme
Menandakan bahwa kebaikan yang tertinggi adalah manfaat.
Ø  Idealisme
Pandangan Plato tentang etika, berpijak pada ajaran tentang idealisme, dari pengetahuan yang sebenarnya di capai dengan dialektik timbul akal budi yang lebih tinggi dari pada yang di bawah oleh pengetahuan yang tidak berbudi.
Menurut Plato ada dua macam budi yaitu sebagai berikut:
·         Budi filosofi
·         Budi biasa
Ø  Rasionalisme
Rasio merupakan sumber kebenaran. Paham ini mengatakan bahwa akal adalah alat terpenting untuk mengetahui pengetahuan.
Ø  Empirisme
Aliran ini berpandangan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan bagi manusia yang mendahullui rasio, akhlak manusia akan terus berkembangkarena merupakan bagian dari penggalian pengalaman dan kebenaran yang di pengaruhi oleh manusia ketika pengalaman hidupnya semakin banyak.
Ø  Kritisme
Ia berpandangan bahwa kebenaran berpangkal padamoral. Moral adalah kata hati, suara hati, perasaan. Kata hati adalah kata yang paling benar selalu memberi perintah yang baik.
Ø  Vitalisme
Baik dan buruknya manusia di ukur dengan ada tidaknya daya hidup untuk bertindak. Orang yang kuat bertahan hidup adalah orang yang paling baik.

B.     ALIRAN-ALIRAN AKHLAK PRAKTIS

Selain aliran aliran akhlak filosofis,ada pila aliran aliran akhlak praktis yang berhubungan dengan perbuatan manusia secara langsung dan berbasiskan pada pendekatan psikologis.aliran aliran akhlak praktis diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø  Behaviorisme
Aliran behaviourisme memandang manusia sebagai makhluk yang tidak berbeda dengan mesin yang dapat dikendalikan perilaku melalui proses pengondisian yang terus menerus .sikap yang diinginkan dilatih terus menerus sehingga menimbulkan maladaptive behavior atay perilaku menyimpang.
Meruit Behaviorisme, tingkah laku manusia memerlukan pujian untuk memuaskan dirinya karena kepuasan akan menimbulkan rasa bangga dan ingin mengulangi kembali.
Ø  Strukturalime

Strukturalisme diperkenalkan oleh Wilhelm wundt,seorang psikolog jerman yang pertama kali mendirikan laboratorium psikologi untuk melakukan berbagai eksperimen. menurut aliran strukturalisme, pengalaman menjadi unsure kesadaran yang akan memiliki makna apabila bersatu.
Ø  Fungsionalisme

Fungsionalisme berpandangan bahwa manusia bertahan hidup dengan cara melakukan tingkah laku yang adaptable dengan lingkungan disekitarnya.
Padadasarnya menurut pandangan ini, akhlak manusia berada dalam tradisi normatif yang tidak bernilai tunggi tetapi setelah manusia telah memahami tingkah lakunya, setiap perbuatan di nilai menurut fungsi dan manfaatnya.

Ø  Kognitifisme

Aliran yang berpandangan akhlak manusia dapat dikembangkan oleh suatu proses pendidikan,peningkatan akal budinya dan pembinaan kognitif dilingkungan tertentu.
Ø  Progressivisme

Berpandangan bahwa kemampuan inteligensi manusia merupakan alat untuk hidup, kesejahteraan, dan mengembangkan keperibadian manusia. Menurt penganut aliran ini, akhlak manusia bersifat merdeka, dapat di kembangkan terus menerus sepanjang memiliki tingkat kecerdasan berinteraksi dan mengadopsi berbagai gejala alamiah dan lingkungan di sekitarnya.

C.     AJARAN-AJARAN AKHLAK TASAWUF

Ajaran akhlak tasawuf termasuk pada akhlak praktis, di antaranya di ajarkan oleh tokoh-tokoh sebagai berikut:
Ø  Hasan Al-Bashri

Ajaran ia sangat berarti bagi umat islam. Ia mengajarkan umat islam untuk tawadhu, zuhud, syukur.

Ø  Al-Muhasibi

Pandangan sufistiknya mengajarkan agar manusia berakhlak dengan cara mawas diri dari segala perbuatan dosa.

Ø  Al-Qusyairi

Akhlak yang mengutamakan kesehatan jasmani dan rohani.

Ø  Al-Ghazali

Manusia harus berakhlak dengan ikhlas, oleh karena itu jiwa manusia harus bersih dari dosa.





BAB 7
DORONGAN DAN IMPLIKASI AKHLAK BAIK DAN BURUK DALAM KEHIDUPAN DUNIAWI DAN UKHRAWI

A.     DORONGAN BERAKHLAK PADA MANUSIA
Akhlak manusia terbentuk karena adanya dorongan tertentu,yang mendorong manusia melakukan perbuatan adalah persepsi daberjamaah, banyak menghadiri pengajian, menuntut ilmu dengan baik dan bn belajar. Beberapa jenis akhlak yang dampak baik pada diri dan lingkungan nya adalah melaksanakanibadah dengan khusyu, mendirikan shalat erprestasi, bergaul dengan sopan santun.
B.     AKHLAH PARA NABI DALAM SEJARAH
Dalam ajaran islam terdapat tokoh-tokoh penting yang bersejarah yang akhlaknya berdampak baik atau buruk pada kehidupan manusia, yaitu sebagai berikut:
Ø  Nabi Ibrahim a.s.
Ø  Nabi Nuh a.s.
Ø  Nabi Luth a.s.
Ø  Nabi Ayyub a.s.
Ø  Nabi Musa a.s.
Ø  Nabi Isa a.s.
Ø  Nabi Muhammad SAW.









BAB 8
AKHLAK-AKHLAK YANG DI SYARIATKAN DALAM ISLAM

A.     AKHLAK DALAM PERDAGANGAN
Jual beli (perdagangan) adalah pertukaran benda dengan benda lain dengan prinsip saling merelakan.jual beli merupakan proses pemindahan hak milik seseorang kepada orang lain dengan disertai penggantinya melalui cara yang dibolehkan.kata al-bay’(jual) dipergunakan dalam pengertian yang sama,yaitu perniagaan yang berkaitan dengan pertukaran barang dengan alat penukaran atau barang yang nulainya sama.menurut hukum islam,jual beli adalah persetujuan suatu kontrak yang dilakukan oleh penjual dam pembeli untuk saling bertukar antara barang dengan alat tukar tertentu,sehingga terjadilah proses serah terima yang benar hukum perdagangan.(idris ahmad,1993:5)
Secara linguistic,jual beli adalah tukar menukar sesuatu dengan yang lainnya,sedangkan menurut istilah fiqih,jual beli merupakan perikatan atau akad yang mengandung pengertian pertukaran harta benda atau jasa dengan harta benda lagi untuk selama lamanya(menjadi milik masing masing).jual beli secara substansinya adalah aktivitas tukar menukar barang dengan menggunakan hukum perdagangan yang telah berlaku dan disepakati.
Akhlak islami yang wajib dilaksanakan dalam perdagangan berdasarkan dalil dalil berikut:
hukum dasar yang dijadikan dalil bolehnya melakukan jual beli dan akhlak yang wajib dilaksanakan adalah firman allah SWT.
Artinya: ”wahai orang orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil(tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka.dan janganlah kamu membunuh dirimu.sesungguhnya,allah maha penyayang kepadamu [q.s an-nisa:29]
Pelaksanaan jual beli harus selalu berlandaskan pada sikap’’antaradhin.dalam memelihara dan menjaga sikap ‘’antaradhin hal yang berkaitan dengan proses ijab Kabul dalam jual beli adalah lafad dalam jual beli sebagai ijab Kabul harus dipahami oleh kedua belah pihak,cara penjualan tidak mengandung unsur penipuan,barang yang diperjual belikan harus dikenal dengan baik,tidak memperjualkan barang dengan barang barang yang diharamkan pleh allah SWT.
Syarat bagi penjual dan pembeli adalah sudah baligh sehat lahiriah dan batiniah,atas kehendak sendiri tidak dipaksa. Adapun syarat akad adalah adanya kesepakatan yang tidak terpisah,tidak diselingi oleh kata kata,menggunakan kalimat yang jelas.dan syarat pada barang yang dijual adalah barang yang suci,barang yang memberikan manfaat,tidak mengkaitkan barang dengan syarat tertentu misalnya ‘’aku menjual barang jika ayahku meninggal’’.
menurut hamzah Ya’qub hikmah adanya jual beli yang di atur oleh syariat islam dengan merujuk pada ketentuan Al-Qur’an dan Al-Hadis adalah sebagai berikut:
Ø  Membina ketentraman dan kebahagiaan karena dewngan adanya perdagangan.
Ø  Memenuhi nafkah keluarga.
Ø  Memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ø  Sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT.
Ø  Menjaga keturunan dari jasad yang lemah.
Ø  Menolak praktrik kemunkaran dari berbagai usaha yang mengandung penipuan.
Ø  Meningkatkan taraf hidup dan derajat pendidikan masyarakat.

B.     AKHLAK DALAM BERUMAH TANGGA

Akhlak dalam pernikahan yang harus dilaksanakan adalah prinsip pernikahan sebai bagian dari amal ibadah yang niatnya untuk menegakan keadilan. Suami dinyatakan sebagai pemimpin dalam rumah tangga, dan seorang pemimpin harus berlaku adil. Adapun istri adalah ibu rumah tangga yang harus taat dan patuh kepada suami dalam kebenaran. akad nikah adalah perjanjian yang teguh kuat dalam kehidupan manusia.dan pernikahan adalah bagian dari tujuan syariat islam, yaitu memelihara keturunan dengan cara memelihara agama, akal, jiwa dan harta kekayaan.
Menurut Sayyid Sabiq (1988:52) hak dan kewajiban suami-istri sebagai berikut:
Ø  Hak istri atas suami
Ø  Hak suami atas istri
Ø  Hak bersama
Hidup berumah tangga harus di perkuat dengan lima pesan penting, yaitu sebagai berikut:
Ø  Menempatkan kaum wanita sebagai istri yang shalehah dan mampu mengangkat harkat  dan martabatnya sendiri.
Ø  Mengangkat kepemimpinan istri di dalam mengurus rumah tangga.
Ø  Menjadikan istri sebagai pendidik anaknya.
Ø  Menggauli istri dengan baik dan benar menurut syariat islam.
Ø  Menjadikan istri sebagai teladan anaknya.

C.     AKHLAK DALAM BERPOLITIK

Tujuan utama kekuasaan dan kepemimpinan dalam suatu pemerintahan dan Negara adalah menjaga suatu system ketertiban agar masyarakat menjalankan kehidupan dengan wajar.pemerintahan tidak diadakan untuk melayani dirinya sendiri,tetapi untuk melayani masyarakat. oleh karena itu, secara umum, tugas pokok pemerintahan atau penguasa Negara adalah menjamin diterapkannya perlakuan adil kepada setiap warga masyarakat tanpa membedakan status apapun. akhlak dalam berpolitik sebagaimana disyariatkan dalam ajaran islam adalah akhlak yang di bangun oleh dasar dasar qurani, sehingga para politisi, penguasaa,negarawan, dan masyarakat wajib menerapkan etika politik islam.
pemerintah yang baik daalam menyelenggarakan kekuasaan negara harus berdasarkan pada:
Ø  Ketertiban dan kepastian hukum dalam pemerintah.
Ø  Perancangan dalam pembangunan.
Ø  Pertanggungjawaban.
Ø  Pengabdian untuk kepentingan rakyat.
Ø  Pengendalian yang meliputi pengawasan.
Ø  Keadilan administrasi negara sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

1 komentar: